Saturday, 25 November 2017

Cara Mengecilkan Suara Atasan Ketika Marah

Cara Mengecilkan Suara Atasan Ketika Marah
Artikel ini dibuat berdasarkan salah satu website berita yang melansir 10 pekerjaan yang membuat orang mengalami stress dan depresi. Membaca dan melihat kenyataan tersebut, mengunggah haricerah.com untuk dapat ikut andil memberikan solusi bagi Anda dalam mengatasi stres dan bagi yang mengalami depresi.

Status sebagai karyawan memang dilema dan dituntut dengan berbagai tugas dan beban kerja yang terkadang bukan bagian atau beban yang seharusnya dikerjakan, tetapi tetap saja harus dikerjakan karena tuntutan multitalenta di generasi millenial yang sudah bergeser haluan.

Bagi seorang pekerja baiknya untuk selalu "positive thinking" untuk menunjang akses lebih mendapatkan keberagaman keahlian, maka dari sanalah tuntutan multitalenta dalam bekerja pada perusahaan menjadi keharusan.

Terkadang beban kerja yang Anda dapatkan tidak sesuai dengan gaji yang Anda terima, sebenarnya Anda tidak perlu cukup khawatir dengan hal itu, karena terkadang beban pekerjaan itu menambahkan keahlian Anda untuk di perusahaan lain jika Anda mengambil resign.

Tetaplah fokus pada pekerjaan dan menggeserkan faktor emosi kunci utama Anda dihargai pada posisi Anda, cobalah untuk bersikap fleksibel dalam posisi Anda, karena Anda akan cukup memperhatikan tingkah laku setiap orang dalam pekerjaan Anda.

Judul ini saya rilis, karena memperhatikan kondisi karyawan kini yang mendapatkan tekanan stress dan hanya terdiam dimakan habis-habisan oleh perasaan tertekan, maka ada baiknya Anda tidak memendam rasa kesal dan benci Anda, maka fleksibel lagi-lagi menjadi acuan bagi Anda.

Saya hanya sekedar berbagi saran untuk Anda yang mendapatkan Atasan dalam kondisi marah ketika Anda melalukan kesalahan sekalipun bukan kesalahan Anda atau bisa jadi prinsip dasar Anda mengambil keputusan tersebut tidak terpikirkan oleh atasan Anda? Ya barangkali demikian.

Meluapnya kemarahan atasan kepada Anda, sebaiknya diambil positifnya saja, marah memiliki maksud tersendiri untuk memberitahu kesalahan apa yang telah Anda lakukan  dan apa yang harus Anda lakukan kemudian, tetapi kebanyakan orang memakan asupan marah atasannya dalam-dalam dan dipendam dalam hati. Logika tentang marah memberitahu kesalahan Anda baik untuk Anda ambil sebagai acuan dasar menjadi lebih baik.

Bagaimana seharusnya Anda menanggapinya?
Saya pernah membaca dan mempraktekan teknik mengecilkan suara Atasan ketika marah, bagaimana caranya? Anda perlu berlatih dulu ketika sendirian, banyangkan lingkungan sekitar Anda berubah menjadi taman yang Indah, setelah itu, kecilkan suara disekitarnya sehingga Anda hanya mendengar apa yang Anda bayangkan.

Ketika atasan Anda begitu marah pada Anda, maka cobalah dengarkan apa yang ingin diberitahu olehnya, dan intonasinya yang tinggi coba Anda kecilkan seperti Anda mengecilkan suara musik di handphone Anda.

Cara seperti itu cukup menyenangkan untuk Anda lakukan, jika belum terbiasa, maka cobalah untuk "Colling Down" dengan menatap langit dan mengeluarkan coretan Anda di luasnya langit.

Kemudian ada cara kedua yang dapat Anda terapkan. Hiruplah udara disekitar dan bayangkan udara jernih masuk sedikit demi sedikit kedalam dan mengobati tubuh Anda yang sakit dan tertekan, lalu bayangkan kembali asap hitam seiring keluarnya napas dari hidung Anda.

Cera keduanya terbilang efektif untuk Anda lakukan jika merasa tertekan dan merasa ada bagian tubuh Anda yang sakit.

Pada dasarnya kita adalah makhluk Allah SWT yang diberikan kesempatan hidup untuk terus memberikan kebaikan kepada orang lain, dan tidak baik jika memendamnya dan menguras energi kehidupan Anda yang berdampak pada kesehatan mental dan tubuh Anda.

Begitulah saran mengenai cara mengecilkan suara atasan ketika marah dari haricerah.com. Akses terus hari cerah Anda di haricerah.com.
 

Artikel Terkait

Cara Mengecilkan Suara Atasan Ketika Marah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email